25 Jul 2010
Negri Mimpi Tapi Asli
Diposting oleh
The man's
Jam
11:14 AM
2
komentar
Label: Cerpen
21 Jul 2010
Aku Hati Dia
Diposting oleh
The man's
Jam
7:41 AM
1 komentar
Label: Puisi
Kerah Putih
Goresan pena yang tersisa di semenanjung pagi
Diposting oleh
The man's
Jam
7:37 AM
0
komentar
Label: Puisi
15 Jul 2010
SECURITY ???
senin, 12 juli 2010
td siang sekitar pukul 12.58 ketika saya sedang menunggu kakak saya yg sedang ke kamar mandi cinema 21 grandmall bekasi, sambil menunggu saya iseng-iseng membaca novel sambil duduk di sofa (yg katanya) tiba-tiba saya ditegur oleh seorang security.
security: hehehehe... mas enak bener ya...
saya: hehehe.. iya mas (sambil saya menurunkan kaki yang memang sedikit tidak sopan)
security: bisa tolong diturunin kaki nya mas..
sepenggal dialog yang sudah terjadi. saya pikir memang saya salah, sudah tidak sopan dengan kelakuan saya yang dianggap oleh security tersebut. kakak saya kembali dari kamar mandi, masih membaca novel tapi dengan kaki di bawah kursi, tiba-tiba kakak saya pun pergi lagi ke kamar mandi.
kakak: perut gw mules man..(sambil memegang perut)
gw buang air besar dulu ya.. (sambil berjalan ke kamar mandi)
saya: ya...
kali ini saya menunggu lagi, entah mengapa saya teringat dengan teguran dari security tadi, saya berpikir mungkin kalau saya mengangkat kaki, tapi dengan duduk bersila akan sopan. kembalilah lagi si security tadi (tanpa saya sadari, karena saya sibuk membaca novel). langsung dengan teguran lagi.
security: de.. kan tadi saya sudah bilang... jangan menangkat kaki,
gak sopan kalau ditempat seperti ini... (dengan wajah emosi)
saya: iya mas.. ni kaki saya sudah turun...
security: sekali lagi angkat kaki saya patahin kakinya... (wajah emosi)
terkejut, dan takut saya mendengar kalimat si security, loh koq security mengancam begini? saya merasa tertekan dan enggan membaca novel lagi.
sampai sekarang saya masih mempertanyakan sejauh mana kesopanan itu ya? padahal saya melihat ada beberapa anak sekolah berseragam duduk di lesehan disekitar kursi, kursi yang disekelilingnya pun masih tidak terisi. memang pelajaran kesopanan sampai sekarang saya masih belum semua menguasai. entah kenapa saya enggan mempelajarinya.
sebenarnya bukan masalah sopan atau tidak, saya masih teringat kalimat dari security itu, yang ingin mematahkan kaki saya. membuat mood saya tak terkendali, emosi, sakit hati, dan rendah sebagai konsumen. konsumen yang menurut teori adalah raja.
padahal kalau berbicara kesopanan lagi, security itu sendiri tidak sadar bahwa ia juga tidak sopan, mengancam secara langsung seperti memberikan latihan militer kepada anak buahnya. tidak bisa membedakan ranah dan proposi, tidak melihat situasi, tidak melihat bahwa yang ia peringati warga sipil bukan tentara atau sejenisnya.
ingin profesional tapi tidak berpikir. padahal setelah saya menonton ada beberapa orang konsumen yang duduk sila diatas kursi (kaki diatas kursi yg dibilang security tidak sopan). pada saat itu suasana ramai, tapi seorang security menabaikan nya atau mungkin tidak patroli melihat yang melanggar aturan kesopanan, atau memang sedang asik mengawasi di pintu masuk. profesional kah itu?
kali ini bukan saja saya menangis melihat keaadan lingkungan sekitar yang sudah teracuni. teracuni oleh imitasi, mengikuti setiap langkah trend masa kini.
beginilah keadaan rakyat indonesia kini, tersesat dalam labirin yang dipenuhi oleh petunjuk-petunjuk ideologi kapitalis.
Diposting oleh
The man's
Jam
4:50 PM
0
komentar
Label: Catatan Pinggir, Cerpen
MERAH VS HIJAU
politik identik dengan kata menggelitik
biasanya mengkritik
tapi bisa jadi intrik
pelakunya kharismatik
kamu itu siapa? (perkataan si penguasa)
aku rakyat jelata
tak suka bermain kata
hanya butuh fakta
bukan peta politik yang pertama
kita ini baru jangan dulu merayu
hati-hati melaju
bukan jembatan suramadu
dan bukan seperti yang dulu
mereka orang-orang fanatik
tidak suka mengotak-atik
sukanya menculik
tidak mau menerima kritik
pikiran feodal
seperti pedal
akalnya kental
seperti sudah binal
penulis: sebuah pandangan seorang mahasiswa baru tentang iklim politik kampus. hal aneh ketika sistem menjadi purba. seperti terbelenggu dengan sejarah, menjadikan lembab suasana. terkejut melihat sekelompok yang hanya memiliki kekuatan penuh di setiap ranah, tapi tidak melihat situasi yang sedang urgensi. urgensi merubah sistem ini. terima kasih.
Diposting oleh
The man's
Jam
9:53 AM
0
komentar
Label: Puisi
FREE
hoho.... hooo... hooo....
AKU ini keparat
berasal dari barat
janganlah kau menjerat
bisa-bisa aku damprat
AKU ini borjuis
pakaian ku glamorlis
hidup ku eksklusif
uang ku tak pernah menipis
dapat lah AKU penyakit SIPILIS
manusia, saat ini hanya memiliki rasa dan materialis. hidup maju bukan berkembang. berkembang seperti negara indonesia yang katanya... keparat dan borjuis ini suaka rasa yang ada didalam manusia, tidak berkembang, tapi ingin maju. coba kamu imajinasikan manusia yang tak memiliki sehelai rambut melambai-lambai di pinggir pantai dengan santai mengatakan bangkai. entah apa yang dimaksudnya?
aku pikir dia gila ternyata putus asa, sambil menga-nga. ekspresi manusia yg tak memiliki sehelai rambut itu seperti bercanda, seperti lawakan yg dipadu dengan kekerasan atau mungkin hanya sekedar dari gabus saja. hidup ini indah, orang bebas berekspresi tak perlu melihat sana-sini, ketawa-ketiwi, berimajinasi.
Diposting oleh
The man's
Jam
9:50 AM
0
komentar
Label: Puisi
8 Jul 2010
TELEVISI
hey... selamat pagi (kata yang terlontar dari benda kotak unik beranak)
apa benda itu ajaib?
bisa berbicara
ada manusia pula di dalamnya
kemana aku harus bertanya
katanya benda itu berasal dari AMERIKA
tapi aku kira itu hanya belaka
fiktif ceritanya, tersirat berita
entah fakta atau belaka
ini manipulasi atau sabotasi
membuat disonansi
seperti mengkebiri
ternyata sekedar imajinasi
bukan ekspresi
aku tahu benda itu berisi
berita, hiburan, dan cerita fiksi
itulah televisi.....
Diposting oleh
The man's
Jam
9:33 AM
0
komentar
Label: Puisi
Copyright © 2011 Serabutan Jurnal
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web




