senin, 12 juli 2010
td siang sekitar pukul 12.58 ketika saya sedang menunggu kakak saya yg sedang ke kamar mandi cinema 21 grandmall bekasi, sambil menunggu saya iseng-iseng membaca novel sambil duduk di sofa (yg katanya) tiba-tiba saya ditegur oleh seorang security.
security: hehehehe... mas enak bener ya...
saya: hehehe.. iya mas (sambil saya menurunkan kaki yang memang sedikit tidak sopan)
security: bisa tolong diturunin kaki nya mas..
sepenggal dialog yang sudah terjadi. saya pikir memang saya salah, sudah tidak sopan dengan kelakuan saya yang dianggap oleh security tersebut. kakak saya kembali dari kamar mandi, masih membaca novel tapi dengan kaki di bawah kursi, tiba-tiba kakak saya pun pergi lagi ke kamar mandi.
kakak: perut gw mules man..(sambil memegang perut)
gw buang air besar dulu ya.. (sambil berjalan ke kamar mandi)
saya: ya...
kali ini saya menunggu lagi, entah mengapa saya teringat dengan teguran dari security tadi, saya berpikir mungkin kalau saya mengangkat kaki, tapi dengan duduk bersila akan sopan. kembalilah lagi si security tadi (tanpa saya sadari, karena saya sibuk membaca novel). langsung dengan teguran lagi.
security: de.. kan tadi saya sudah bilang... jangan menangkat kaki,
gak sopan kalau ditempat seperti ini... (dengan wajah emosi)
saya: iya mas.. ni kaki saya sudah turun...
security: sekali lagi angkat kaki saya patahin kakinya... (wajah emosi)
terkejut, dan takut saya mendengar kalimat si security, loh koq security mengancam begini? saya merasa tertekan dan enggan membaca novel lagi.
sampai sekarang saya masih mempertanyakan sejauh mana kesopanan itu ya? padahal saya melihat ada beberapa anak sekolah berseragam duduk di lesehan disekitar kursi, kursi yang disekelilingnya pun masih tidak terisi. memang pelajaran kesopanan sampai sekarang saya masih belum semua menguasai. entah kenapa saya enggan mempelajarinya.
sebenarnya bukan masalah sopan atau tidak, saya masih teringat kalimat dari security itu, yang ingin mematahkan kaki saya. membuat mood saya tak terkendali, emosi, sakit hati, dan rendah sebagai konsumen. konsumen yang menurut teori adalah raja.
padahal kalau berbicara kesopanan lagi, security itu sendiri tidak sadar bahwa ia juga tidak sopan, mengancam secara langsung seperti memberikan latihan militer kepada anak buahnya. tidak bisa membedakan ranah dan proposi, tidak melihat situasi, tidak melihat bahwa yang ia peringati warga sipil bukan tentara atau sejenisnya.
ingin profesional tapi tidak berpikir. padahal setelah saya menonton ada beberapa orang konsumen yang duduk sila diatas kursi (kaki diatas kursi yg dibilang security tidak sopan). pada saat itu suasana ramai, tapi seorang security menabaikan nya atau mungkin tidak patroli melihat yang melanggar aturan kesopanan, atau memang sedang asik mengawasi di pintu masuk. profesional kah itu?
kali ini bukan saja saya menangis melihat keaadan lingkungan sekitar yang sudah teracuni. teracuni oleh imitasi, mengikuti setiap langkah trend masa kini.
beginilah keadaan rakyat indonesia kini, tersesat dalam labirin yang dipenuhi oleh petunjuk-petunjuk ideologi kapitalis.
15 Jul 2010
SECURITY ???
Diposting oleh
The man's
Jam
4:50 PM
Label: Catatan Pinggir, Cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2011 Serabutan Jurnal
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web
0 komentar:
Posting Komentar